Sunday, May 12, 2013

Hacker Raup 45 Juta Dollar As


Peretas Menarik Dana dari ATM di 27 Negara 

Sekelompok jaringan hacker international berhasil mencuri 45 juta dollar AS. Caranya dngan meretas kartu debit prabayar ,lalu menguras uang dari beberapa ATM di seluruh dunia

Saat ini ada 7 orang telah ditangkap di Amerika Serikat terkait dengan hail ini . Demikian diungkapkan oleh jaksa federal di New York .


Jaksa menyatakan , mereka diduga kuat terlibat dalam ribuan kejahatan “Para tersangka dan rekan-rekannya melakukan kejahatan di internet besar pada abad ke-21. Lokasi kejahatannya pun tersebar ke penjuru dunia,” ujar jaksa AS , “Ketika orang menggunakan topeng untuk berbuat jahat , orang-orang ini menggunakan laptop untuk kejahatanna” .

Uang 45 juta dollar AS itu setara dengan donasi Bank Pembangunan Afrika ntuk banguna jalan antara Barundi dan Tazania . Dana sebesar ini juga setara dengan investasi pembangunan menara kembar setinggi 25 lantai dengan luas 7500 meter persegi di Vietnam.

Salah satu tersangka tertangkap kamera terlihat memenuhi ranselnya dengan dengan uang tunai. Sementara yang lain memotret dirinya sendiri dengan segebok resi belanja di Manhattan .

Para Hacker itu masuk ke gedung data perbankan , menghilangkan batas pengambilan pada kartu debet prabayar , dan menciptakan kode akses. Sementara anggota jaringan lain memasukkan data ke sembarang kartu plastik yang dilengkapi pita magnetik. Sebuah kartu kunci hotel yang sudah kadaluarsa atau kartu kredit bekas pun dapat digunakan sepanjang memiliki data dank ode akses tepat.

Jaringan ini kemudian bergerak cepat dengan menarik uang di sejumlah kota, demikian penjelasan dari otoritas. Anggota jaringan ada yang bertugas mengambil uang, sementara yang lain bertindak sebagai pencuci uang. Pencuci uang itu akan membeli barang yang harganya mahal atau mengirimkan barang itu kepada pemimpin mereka . Lunch tidak mengungkapkan keberadaan pemimpin itu.

Tampaknya tidak ada orang yang kehilangan uang. Para pencuri itu mengambil dana yang dipegang perbankan yang merupakan dana cadangan untuk kartu kredit prabayar, bukan dana dari rekening perusahaan atau perseorangan 

Ia menyebut hal tersebut merupakan perampokan virtual. Seorang analis keamanan mengatakan , kasus itu merupakan kecurangan ATM terbesar yang pernah didengarnya.

Sejauh ini diketahui ada dua perampokan. Pertama terjadi pada Desember 2012. Ketika itu , tersedot dana 5 juta dolar AS dari seluruh dunia. Perampokan lain terjadi pada Februari . Kali ini , mereka  berhasil mengambil dana 40 juta dollar AS dalam 10 jam dengan melakukan 36.000 transaksi.

Para peretas itu menyerang dua Bank , yaitu Rakbank dan Bank Muscat . Sementara mesin ATM yang dijarah berad di 27 negara, antara lain, Jepang , Rusia, Romania, Mesir, Sri Lanka , Kanada , dan Indonesia. Lynch menambahkan , para penegak hokum dari berbagai badan di lebih dari sepuluh Negara terlibat dalam penyelidian ini. Penyelidikan tidak hanya di lakukan di AS tetapi juga , tetapi jaksa tidak mengungkapkan secara lebih terperinci lagi.

Salah satu anggota komplotan yang dituduh menjadipemimpin kawasan di sel AS, Alberto Yusi Lajud-Pena, dilaporkan terbunuh di Replubli Dominika akhir bulan lalu.

Sistem keamanan dan teknolog pemindaian di perbankan serta system pembayaran di  Timur Tengah memang agak kurang maju. Akibatnya , system tersebut tidak mampu mengatasi pembobolan semacam ini . Namun , hal ini terjadi di seluruh dunia, kata Litan.

“Ini merupakan cara yang mudah untuk mengubah angka-angka menjadi uang tunai,” ujar Litan.

Salah satu kelemahan adalah pita magnetic di belakang kartu. Di beberapa tempat, kartu semacam itu sudah tidak digunakan lagi, di ganti dengan kartu yang memiliki cip. Jaksa Lynch tidak mengatan siapa dalang di balik peretasan global ini.